Teknologi Bisa Menjadi Faktor Pemicu Anak Ingin Belajar



Kenalin saya  merupakan generasi gen Z yang sempat mengalami perubahan perkembangan teknologi dengan cepat. Saya adalah saksi akan perkembangan zaman yang semakin pesat, terutama pada bidang teknologi. Zaman saya dulu saat masih usia SD, teman-teman sebaya belum banyak yang bermain gadget, bahkan bagi kami bermain gadget adalah hal yang membosankan. Kami memilih bermain permainan tradisional seperti egrang, lompat karet, dan masih banyak lagi. 

Namun semakin beriringnya zaman dan perkembangan pendidikan, saya mulai mengenal teknologi yang bernama gadget atau sekarang disebut sebagai 'handphone'. Pada saat itu saya melihat teman-teman yang bermain gadget hanya bermain-main saja,  hanya menonton film saja, sekedar selfie-selfie menggunakan aplikasi foto lucu dan bertukar pesan. Sehingga menimbulkan dampak negatif pada anak-anak yang tanpa di bawah pengawasan orangtua. 

Berdasarkan survey Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI, 2020) terdapat sekitar 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dengan kurun waktu yang cukup lama dalam sehari. Dan sebanyak 55% diantaranya menghabiskan waktu bermain ponsel tersebut dengan game online.

Tanpa kita sadari bahwa dengan adanya gadget yang semakin canggih, interaksi via internet perlahan menggantikan interaksi secara langsung. Layaknya kecanduan pada umumnya, sangat sulit bagi orangtua untuk mengendalikan dan mengatasi anak yang kecanduan tersebut. Penggunaan teknologi seperti gadget tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa adanya teknologi orang-orang merasa seperti ada yang kurang, ini salah satu bukti bahwa teknologi seperti gadget sudah  menjadi prioritas bagi sebagian orang. 

Namun setelah  saya memahami apa sih fungsi gadget sebenarnya bagi anak pendidikan? Apakah hanya sebagai senang ria saja?
 Apakah dampak negatif ini bisa kita alihkan?


Tahukah apa saja dampak negatif yang bisa diberikan dari gadget ini?
1. Kurang tidur 
Kecanduan gadget bisa menyebabkan anak-anak mengalami kurang tidur. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, sebab tidur yang kurang dapat menganggu aktivitas anak, salah satunnya belajar.

2. Gangguan Kesehatan
Anak-anak yang sudah kecanduan gadget atau semacam teknologi lainnya juga rentan mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan pada mata hingga berbahaya bagi otak anak. Otak manusia dianggap sensitif terhadap radiasi elektromagnetik, radiasi ini terdapat pada gadget. Sehingga dapat mengganggu aktivitas anak dan berdampak buruk terhadap kemampuan belajarnya.

3. Masalah mental
Kecanduan gadget memicu efek samping berbahaya seperti meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, psikosis, sulit fokus, dan perilaku bermasalah lainnya.

Dari sisi hal negatif pada kemajuan teknologi, tentunya hal ini dapat kita lihat jika dari kaacamata postifnya. Bagi saya teknologi sangat membantu dalam dunia belajar. Teknologi justru menjadi peranan penting dalam membangun minat belajar pada anak. 

Contohnnya sudah dialami oleh saya sendiri, saya sangat terbantu sekali dengan adanya teknologi yang semakin canggih ini, bagaimana tidak? Dengan menggunakan teknologi orang dengan mudahnya mencari  informasi dengan cepat sesuai sama apa yang diinginkan, terutama pada bidang pendidikan. 

Lantas apa saja peranan teknologi dalam dunia pendidikan?

  • Meningkatkan Minat Belajar Anak
Setelah kita melihat adanya dampak candu tadi, hal ini bisa kita manfaatkan dengan mendorong pada minat anak atau setidaknya ada kemauan yang disenangi oleh anak. Di samping itu, mayoritas anak-anak cenderung menyukai teknologi, sehingga mereka cenderung lebih tertarik terhadap aktivitas pembelajaran yang berbau IT.
  • Memudahkan Proses Pembelajaran
Teknologi bisa membantu pendidik dalam menyiapkan pembelajaran agar lebih maksimal. Pendidik disini tak hanya guru saja, melainkan peranan orangtua juga bisa ikut andil. Misalnya dalam pencarian refensi pembelajaran  agar lebih maksimal yang tak  hanya melalui buku cetak saja, tapi bisa diperoleh melalui teknologi. 
Contoh lain teknologi dalam pendidikan lainnya adalah LCD yang berfungsi untuk membantu pendidik saat menyampaikan materi. Teknologi ini bisa membuat pembelajaran lebih efisien. 
  • Menyediakan Variasi Media Pembelajaran
Pada umumnya, anak belajar hanya dengan membaca tulisan yang banyak pada buku atau internet. Anak akan cenderung bosan, hal ini bisa diatasi dengan menampilkan media pembelajaran berupa film animasi atau gambar menarik lainnya. 
  • Memudahkan Orangtua dan Pendidik Dalam Memantau Evaluasi Perkembangan Anak
Peran teknologi dalam pendidikan berikutnya adalah memudahkan akses pantauan orangtua dan pendidik(guru). Pasalnya, kehadiran teknologi dapat menyajikan berbagai pilihan tools evaluasi pembelajaran yang menarik serta mudah terjangkau.

Mengenal Kumon

https://entrepreneurcampfire.com/malaysian-franchises/kumon-logo/


Dulu saya tidak tahu apa itu Kumon, dalam benak saya sistem pembelajaran Kumon sama dengan metode bimbel lainnya. Ternyata setelah saya riset dan bergabung Kumon, saya belajar banyak hal. Hal utama yang saya pahami dalam sistem pembelajaran zaman now, ternyata bisa mematahkan statement saya bahwa belajar menggunakan teknologi akan mennjadi stuck. Karena anak akan lebih mudah teralihkan dengan dunia bermainnya di  teknologi seperti gagdet atau tablet.



Yap, saya bergabung menjadi bagian Kumon pada bulan September tahun 2023 silam, sebagai pengajar sekaligus seorang mahasiswi bukanlah hal yang mudah. Mengajar anak dengan metode yang berbeda itu bukan hal yang mudah bagi orang yang menggunakan metode lain sebelumnya.

Kumon terkenal dengan metodenya yang unik dan tepat. Metode Kumon bertujuan agar anak belajar melampaui tingkatan kelasnya melalui pembelajaran mandiri dan maju ke bahan pelajaran SMA sedini mungkin. Ketika belajar pada "tingkatan yang tepat", anak berpikir dan menyelesaikan sendiri soal-soalnya. Pada saat menemui kesulitan, anak akan melihat petunjuk dan contoh soal yang terdapat di lembar kerja serta menemukan sendiri cara menngerjakannya. Dengan belajar pada "tingkatan yang tepat" secara bekelanjutan, anak akan mengembangkan kemampuan untuk belajar sendiri atau yang dikenal di Kumon sebagai "belajar mandiri". 

Kumon memaanfaatkan peranan penting teknologi dalam dunia pendidikan. Bagaimana tidak? Di kumon ada yang namanya 'Kumon Connect'.
Tapi kan anak lebih senang bermain gadget daripada belajar?

Yap benar, hal tersebut tidak dapat dipungkiri lagi. Namun dengan adanya metode 'Kumon Connect', maka akan mengubah statement tadi tentang teknologi yang hanya digunakan untuk bersenang ria saja. Dengan adanya metode ini, maka anak bisa lebih mudah dan minat dalam mengerjakan soal pembelajaran. Karena ini dapat diakses melalui digital, siswa kumon dapat menulis di tablet mereka menggunakan stylus pen sama halnya dengan mereka menulis di kertas menggunakan pensil.

'Kumon connect' ini dapat menjalin kedekatan anak-anak, orang tua, dan pembimbing Kumon melalui komunikasi yang intens serta hubungan personal yang erat. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif individualisme pada anak.




Kesimpulan

Dari apa yang sudah dibahas sebelumnya dalam peran teknologi, metode belajar di Kumon dapat disesuaikan dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Penggunaan platform digital dan aplikasi ini dapat membantu siswa untuk melacak kemajuan mereka, menyediakan latihan tambahan yang disesuaikan dengan tingkat keahlian anak, dan menyediakan umpan balik secara instan. Hal Ini dapat memperkuat konsep pengulangan yang menjadi dasar dari pendekatan Kumon.

Selain itu, teknologi juga dapat digunakan untuk memperluas aksesibilitas pendidikan Kumon, baik melalui kursus daring atau aplikasi mobile yang memungkinkan siswa untuk belajar di mana pun dan kapan pun. 

Dengan demikian, peran teknologi dalam metode belajar di Kumon bisa menjadi alat yang sangat berharga untuk memperkuat efektivitas pembelajaran, memfasilitasi pemantauan kemajuan, dan meningkatkan aksesibilitas, asalkan diintegrasikan dengan bijak dan seimbang dengan aspek-aspek manusiawi dari pendidikan. 

Teknologi hanyalah alat. Namun untuk menjadikan anak-anak bisa saling bekerjsama dan termotivasi, guru adalah yang paling penting.  
- Bill Gates

Keyword : Teknologi, Kumon Connect, Pendidikan
Refrensi :
https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&utm_medium=article&utm_id=Kumon+Blog+Competition

https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/06/08/teknologi-digital-untuk-pembelajaran-yang-lebih-menarik-dan-bermakna

https://pojokpendidikan.or.id/teknologi-dan-pendidikan/ 




 

Komentar

Anonim mengatakan…
kerenn ka rizkaa
will mengatakan…
kelas rizka, bermanfaat bngttt
Grace Lay mengatakan…
❤️❤️❤️